Pages

Wednesday, February 13, 2013

Elang


ELANG, merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang & membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat & tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu ia hanya memiliki dua pilihan "Menunggu kematian "atau" Menjalani proses transformasi menyakitkan selama 150 hari"  Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti & tinggal di sana selama proses berlangsung

Pertama ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulut & kemudian tunggu tumbuhnya paruh baru. 
Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu-per-satu cakar2nya & ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. 
Suatu proses yang panjang & menyakitkan. 
5 bulan kemudian bulu-bulu baru tumbuh sempurna! Mulailah ia dapat terbang kembali Dengan paruh & cakar baru ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan baru penuh energi!

Pesan Moral :
"Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBAHARUAN"

"Berani membuang kebiasaan-kebiasaan lama, yang mengikat & melekat kuat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan & membuat kita terlena"

"Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita untuk menjadi insan dengan cahaya terpancar INDAH bagi semestanya"

"TANTANGAN TERBESAR untuk BERUBAH ADA DALAM DIRI KITA SENDIRI".

dari sebuah milis

Thursday, January 31, 2013

Cerita Dahlan Iskan Pakaikan Sepatu 'DI 19' ke Tuna Wisma di Monas Zulfi Suhendra - detikfinance

Jakarta - Kegiatan senam pagi selalu rutin dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di kawasan Monas, Jakarta. Namun ada kejadian menarik Selasa pagi lalu, Dahlan memberikan sepatunya yang bermerek 'DI 19' kepada seorang tuna wisma. Kok bisa?

Mantan Dirut PLN itu ternyata kasihan melihat seorang tuna wisma asal Papua bernama Yunus yang mengikuti kegiatan senam tersebut. "Yunus sebelumnya meminta izin apakah boleh mengikuti senam ini," kata Kepala Bagian Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi kepada detikFinance, Kamis (31/1/2013).

Ternyata, kata Faisal, saat senam Dahlan memperhatikan tuna wisma tersebut, yang senam tanpa menggunakan alas kaki. Akhirnya usai senam, Dahlan langsung melepaskan sepatu yang dipakainya dan memakaikannya ke kaki Yunus tanpa segan-segan. 

"Pak Dahlan mencopot sepatunya dan memberikan sepatu dan kaos kaki yang beliau pakai kepada Yunus," kata Faisal. 

Dahlan kemudian pergi ke kantornya karena harus rapat. Yunus pun langsung diajak oleh salah satu Staf Dahlan untuk membersihkan diri di Kementerian BUMN.

Yunus tak menyangka dia mendapat rezeki yang berlimpah dari Dahlan. "Dia (Dahlan) bapak saya. Saya siap ikut dan nurut bapak itu dan akan saya jaga sepatu ini. Seandainya banyak bapak seperti dia (Dahlan)," kata Yunus kepada Faisal.

Pria bernama lengkap Muhammad Yunus itu sudah di Jakarta selama 8 bulan. Dia mengaku di Jakarta karena dibawa seseorang dari Jayapura dengan kapal laut dan diimingi pekerjaan. Namun orang yang membawanya hilang di pelabuhan, dan Yunus pun hidup menggelandang.

Salah seorang staf Dahlan Iskan menceritakan, agar Yunus tidak lagi menggelandang di Taman Monas, maka Yunus dititipkan ke pengurus musholla untuk sementara bantu bersih-bersih dan tinggal di musholla At Taqwa kantor Kementerian BUMN.

Dahlan telah memberikan permintaan kepada stafnya agar membantu Yunus mendapatkan hidup yang lebih baik.


(dnl/ang) 

Jakarta, Jokowi siapkan 4 rute gratis taksi air di Marunda


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan taksi air sudah bisa dinikmati warga. Rencananya ada empat rute yang disiapkan.
"Sementara ini ada dua, nanti yang untuk dari Marunda ke Muara Baru," Kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (31/1).
Tahun ini akan ditambah dua rute lagi. Semua rute itu tidak dipungut biaya alias gratis.
"Nanti ada perjalanan dari Duren Sawit, Marunda, Ancol-Muara Baru, Muara Baru-Angke. Gratis dulu karena ini perintisan, nanti kalau sudah jadi bisnis, jalan," jelasnya.
Jokowi berharap dengan adanya transportasi air ini, beban di jalan akibat padatnya kendaraan lebih berkurang. Soal anggaran yang disediakan, Jokowi mengaku sudah diatur sesuai kepentingan.
"Agar beban di jalan juga lebih berkuranglah. Kalau soal anggaran-anggaran, gak hafal saya. Tanya dinas keuangan sana," tegas Jokowi. (merdeka/31/1/13)