Pages

Saturday, August 3, 2013

Foto-Foto Acara Buka Puasa Bersama PT. Surganya Motor Indonesia 1 Agustus 2013


 Waktu menunggu Buka Puasa...

 Para wanita tetap sadar akan adanya paparazi... eksis bow...
 HR & Marcom






 Mereka tahu bahwa camera sedang terfocus pada mereka.

 Walaupun di "garis" belakag tapi tetap harus eksis.

























 Tamu Undangan dari Yayasan Al Muhaidin




 Sholat Magrib berjama'ah, sebelum makan malam bersama.

































Penyerahan sumbangan dari PT. Surganya Motor Indonesia kepada Yayasan AL Muhaidin secara simbolis oleh Direktur Operasional. 



Pemberian Goodie Bag oleh Ibu Imelda kepada anak-anak.



Tadinya mau Foto yg dibelakang, tapi karena udah bergaya, ga enak klo ga difoto... jadi jepret aja deh.... hehehehe


























Thursday, August 1, 2013

Layar atau Angin yang menentukan arah tujuan ?

Pernah mengamati perahu layar yang berlayar di laut ? Mana yang lebih menentukan arah perahu layar tersebut, arah angin atau arah layar ? Tentu saja arah layar. Buktinya, ada angin kencang bertiup dari arah selatan tetapi tetap saja perahu tersebut bisa bergerak ke arah Barat atau Timur. Bahkan, pelaut yang berpengalaman bisa berlayar ke arah yang bertentangan dengan arah angin itu. Pelaut tersebut memang tidak bisa mengubah arah angin tetapi dia bisa mengubah arah layarnya menuju tempat yang dikehendakinya.

Yang menentukan tercapai tidaknya tujuan hidup kita bukanlah arah angin yaitu situasi dan kondisi yang terjadi disekeliling kita. Yang menentukan arah layar yaitu keputusan kita dalam merespon situasi dan kondisi tersebut.

Kadang kita dihadapkan situasi dan kondisi yang bertentangan dengan tujuan kita. Masalah,tekanan hidup dan situasi disekeliling, bisa menjauhkan kita dari tujuan yang ingin dicapai. 

Namun ingat,...Hidup adalah pilihan... !  “Arah Layar yang menentukan!... Bukan Arah Angin”.

Kita tidak bisa menolak datangnya masalah. Meski demikian, kita bisa mengubah arah layar. Kita bisa mengubah masalah menjadi berkat.

"Ke mana arah angin tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah bagaimana mengarahkan layar kita".

Tuesday, July 30, 2013

Menelisik kepribadian manusia menurut profil DISC

Memahami kepribadian manusia menjadi prioritas utama dalam menjalin hubungan antar-personal. Terkadang konflik kerap terjadi hanya karena ketidakpahaman manusia akan karakternya satu sama lain. Untuk dapat membina hubungan antar-personal yang lebih baik, kita patut mengetahui tipe kepribadian setiap orang berdasarkan sikap dan gerak-gerik yang sering dilakukannya sehari-hari.

Penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perilaku dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian besar. Sebut saja tipe kepribadian DISC. Disc ini bukan kependekan dari discount melainkan D untuk Dominance (Dominan), I untuk Influence (Intim), S untuk Steadiness (Stabil) dan C untuk Conscientiousness (Cermat).

1. Dominance (Dominan)
Orang yang bertipe dominan ini sangat aktif dalam menghadapi masalah dan tantangan. Ciri-ciri yang kerap muncul dari orang- orang dominan adalah penuntut, kuat, egosentris, berkemauan keras, ambisius, agresif dan perintis.
Dia cenderung berani mengambil resiko dan bekerja cepat dengan selalu Siap menerima tantangan kapanpun. Namun, kelemahannya adalah ia tak jarang melanggar aturan, sikapnya yang selalu argumentatif membuat Hal sekecil apa pun menjadi sebuah perdebatan. Ia tidak suka dengan rutinitas dan selalu menginginkan sesuatu yang baru setiap hari.

2. Influence (Intim)
Si Influence cukup menjelaskan karakternya. Ia akan mempengaruhi orang lain melalui cara bicara dan aktivitasnya, dan cenderung emosional. Mereka digambarkan sebagaj sosok yang meyakinkan, memiliki daya tarik, politis, antusias, persuasif, hangat, demonstratif, mudah percaya dan optimis. Kelebihan Si Intim ini adalah ia akan sangat supel dan mudah bergaul dengan orang lain, dapat dengan mudah menyampaikan apa yang Ada di pikirannya. Namun, sering kali karena kesenangannya bicara, ia kurang menghargai waktu dan janji. Berteman dengan orang berkarakter ini mostly akan sangat menyenangkan karena topic pembicaraan tidak Ada habisnya dan terus bergulir.

3. Steadiness (Stabil)
Sesuai dengan karakternya, orang bertipe ini menginginkan kecepatan yang tetap, keamanan, dan tidak suka terhadap perubahan yang mendadak. Mereka adalah individu yang tenang, santai, sabar, posesif, mudah ditebak, sengaja, Stabil, konsisten, dan cenderung bemimik wajah tanpa emosi. Kelebihannya, mereka lebih bijak menyikapi masalah dan konflik sebesar apa pun, dapat di percaya dan diandalakan.
Mereka juga setia, taat aturan, pendengar yang baik dan empati. Orang-Orang yang mengaku mempunyai tingkat emosi tinggi wajib berteman dengan mereka yang berkarakter Stabil ini, karena tidak diragukan lagi si Stabil akan mampu menenanngkan dan meredakan Si dominan yang mudah meledak-ledak. Sisi kelemahan dari si stabil ini adalah mereka cenderung menolak perubahan, sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terlalu mendendam emosi dan sensitif terhadap kritik.

4. Conscientiousness (Cermat)
Orang bertipe cermat biasanya patuh pada peraturan dan struktur. Mereka suka melakukan pekerjaan yang berkualitas dan melakukannya dengan benar pada kali pertama, berhati-hati, tepat, akurat, rapi, sistematis, diplomatis dan bijaksana. Tingkat emosionalnya pun datar, hampir menyamai si stabil. Si cermat ini kalau dalam perusahaan akan cocok bekerja di bidang keuangan mengingat ketelitian dan perhatian terhadap Detail yang cukup tinggi. Kemungkinan kelemahan dari mereka yang berkarakter cermat  ini diantaranya mudah berburuk sangka, terlalu terpaku pada prosedur dan metode sehingga orangnya seringkali sangat membosankan dan kaku, dalam perdebatan pun mereka tidak terlalu aktif dan cenderung mudah mengalah.

Semoga pembaca bisa mengambil hikmah dari tulisan ini.
Ohya, tulisan ini ditulis kembali dari majalah REL edisi 3/2013.

Bandung, 30 Juli 2013
Amatus V. Sabubun